Pergaulan bebas


Pergaulan bebas ? apaan sih? Dengan maraknya informasi yang luas dan kurangnya kesadaran beragama serta media yang sangat jelek menjadi faktor yang penting kenapa suburnya pergaulan bebas tersebut. Bimbingan orangtua juga tidak kalah penting, kebanyakan anak yang keluarganya broken home tidak mendapatkan kasih sayang yang penuh dari orangtua, ini menyebabkan pertumbuhan psikologis anak tidak baik tapi itu semua tergantung juga terhadap individu masing-masing.

Coba kita telaah satu persatu faktor-faktor tersebut, yang pertama informasi yang terlalu luas dan globalisasi imperialisma.Sekarang bukan zaman seperti dimana dulu hal-hal tabu tidak dapat di akses oleh anak 10 tahun, sekarang zaman dimana semua informasi luas dan cepat berkembang. Efek negatifnya melebihi efek positif walaupun banyak yang bilang efek negatif itu sedikit itu bohong. Pusat informasi yang terbesar sekarang ini adalah Internet. Interconnected Network, sebenarnya ini adalah sebuah usaha sentralisasi bagi semua informasi. Jaringan terpusat pada USA dan itu tidak dapat dipungkiri. Mau dibilang teknologi terbaik di jepang juga, tetap mereka duluan yang membuat  sistem ini dan tentunya siapa yang membuat pasti mengetahui bagaimana merekayasa. Sesuatu yang negatif yang dibungkus dengan koran tipis dampak positif = internet. Jumlah akses konten porno dan konten brutal/SARA sangat besar dibandingkan konten edukasi. Ini hal yang memprihatinkan ketika fakta bahwa arus informasi itu tidak dapat di kekang. Dan ujungnya adalah meminta perhatian dari sisi client untuk menjaga anak-anaknya. Sebenarnya masih banyak cara lain, contohnya Mesir sudah memblokir konten-konten yang tidak baik (SARA/porno/Brutal). Pribadi gw melihat cara yang baik mungkin adalah dengan membuat sistem jaringan Indonesia sendiri dengan memberikan akses data lokal yang telah di seleksi oleh pemerintah, dan itu akan lebih baik daripada memberikan akses internet yang luas. Maaf jika solusi yang gw berikan tidak serasional pemikiran yang ada, tapi itu bentuk kekecewaan gw terhadap zaman informasi ini.

Setelah faktor pertama, faktor agama sangat penting, gini bro, gw berikan pertanyaan, kenapa ada yang namanya agama? apakah itu hanya sebuah simbol kita bukan atheis atau bentuk persamaan hidup manusia? atau hanya sebuah pembuktian eksistensi kita sebagai manusia. Bukan bro, agama itu ada untuk menjaga kita dari perbuatan yang merusak kita sendiri dan orang lain. Allah SWT sudah memberikan kita pegangan Al-Quran dan Hadist, ini bukan sesuatu yang bisa dianggap biasa, karena di dalamnya terkandung intisari kehidupan. Ibadah seperti sholat 5 waktu bukan sesuatu yang sulit bukan? Bahkan waktunya tidak akan selama saat kita bermain domino/poker atau menghisap rokok. Disinilah peran agama menjaga putra-putri kita dari serangan luar terutama pergaulan bebas. Ketika manusia tidak memiliki kesadaran agama maka dia akan menganggap dunia itu segalanya sehingga muncul faham-faham sesat seperti hedonisme dan atheisme. Teman-teman gw banyak seperti itu, dan gw sadari mereka kebanyakan bukanlah orang yang taat sholat apalagi ke mesjid/membaca kitab suci. Dan tentunya kehidupan mereka diwarnai dengan pesta dan pesta sehingga ketika salah satu dari mereka ada yang meninggal mereka tidak pernah menyadarinya, karena selang satu dua hari mereka kembali berpesta dan lupa. Maka ajarkanlah agama semenjak dini kepada anak-anak, jangan dengarkan kata orang-orang, masukin anak ke pesantren/madrasah = katrok/norak, biarlah dibilang itu, tapi efeknya akan dibawa hingga dewasa.

Faktor terakhir yang menurut gw paling penting adalah media. Ketika media informasi seperti Televisi, Internet dan Media cetak tidak dapat di kontrol penuh oleh orangtua maka ini akan menjadi boomerang baginya. Coba lihat sekarang, di internet, gua pribadi sangat prihatin, ketika membuka images.google.com untuk dengan keyword “komputer manga” maka akan kelihatan gambar-gambar tidak senonoh dan itu pada mode filter ketat, jangan begitu, ketika baru akan mengetik dengan lambat, maka akan keluar kalimat otomatis dibawah tab yang menunjukkan hal-hal yang tidak baik. Google sebagai situs non konten atau sering digunakan untuk melakukan pencarian saja sudah mengandung hal-hal berbau pornografi apalagi situs-situs luar dan media-media lainnya. Media musik dan video musik sangat rentan untuk di infiltrasi dengan budaya barat, sebagai bukti ketika sebuah lagu yang menjadi top chart di billboard pasti mengandung konten pornografi seperti wanita dengan pakai super ketat dan minim di pertontonkan dengan vulgar di video musik itu. Media video adalah senjata yang ampuh untuk merontokkan moral bangsa, sama halnya dengan tragedi luna-ariel-cut tari, ini tanda bahwa sekarang kasta bangsawan sudah disusupi dan itu fakta.

Kita sekarang berada di perperangan dengan di cetusnya zaman globalisasi. Sebuah perang dimana anak-anak generasi masa depan sebagai jaminannya, sebuah perang dimana moral bangsa taruhannya, dan sebuah perang dimana hati nurani sebagai senjata dan tamengnya. Genggamlah tangan ini temanku, mari kita pertahankan akidah dan akhlakul karimah bangsa ini dari serangan perusak moral bangsa, kalau bukan kita maka kehancuranlah yang akan dipandang anak cucu kita.

Wassalamualaikum

-Untuk Generasi Akhlakul Karimah-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s